Tuesday, August 7, 2012

Tanggung Jawab

Dahulu merasa tersesat jauh di antahberantah, tak tahu arah tujuan, hanya mengikuti arus waktu yang terus berjalan cepat namun terkadang sangat lambat. Namun kini terlihat jelas tujuan hidup, tidak ada kata terlambat dalam hidup cukup berniat dan jalani dengan tanggung jawab itulah yang disebut dewasa.
Belajar hidup dari pengalaman pribadi dan menjadikan pengalaman orang lain sebagai motivasi, masa depan hanyalah yang maha kuasa yang mengetahui, kita hanya mainannya yang mempunyai kewajiban bersujud kepadanya dengan pamrih meminta segala sesuatu yang kita inginkan sesuka hati.
Berdoa, berusaha dan takdir dari yang maha kuasa yang menentukan. 
"Jalani hidup dengan apa adanya biarlah watu bicara bahwa takdirnya..." Tony Q Rastafara

Read more »

Tuesday, April 17, 2012

Kagak Bisa Tidur

Tertinggal Jauh di belakang merekaaa...
2 tahun hanyalah waktu yang singkat, tapi tak di sangka setelak ini aku di tinggalkan mereka berlari sekencang kencangnya.
kecekatan, kecepatan, kekuatan, keterampilan, kekreatifan, kepintaran, mental, pengalaman, kebijakan, hinggah keuletan tertinggal jauh di belakang mereka...
jalan yang di pilih memang sudah berbeda. aku sudah berbeda dengan kita, begitu juga mereka sudah sangat berbeda dengan dia.
Tak bisa dipungkiri aku iri dengannya terutama oleh lingkungannya.
"kita akan menjadi hebat jika bergaul dengan orang hebat"
dahulu sahabat entah bagaimana sekarang, dunianya tak jauh berbeda denganku, namun lingkungannya sunggug sangat berbeda. bergaul dengan orang hebat dan juga di ajari oleh orang hebat menjadikannya dapat berfikir dan menjalankan dunianya sebagai orang yang hebat.
Terperangkap dengan pencarian ilmu bayaran, hari libur serasa sangat singkat... pengalaman memang mengorbankan waktu. namun berbeda dengannya... waktu libur yang senggang cukup untuknya membuat hal - hal yang luar biasa membuatku takjub.
Berharap cepat keluar dari kerangkeng besi ini dan belajar banyak dari cara dia menjalankan hidupnya.
Benar kata mereka, hidup seperti alunan melodi, kadang indah kadang semraut tergantung bagaimana cara kita memainkannya.

Read more »

Wednesday, January 25, 2012

Sifat dan Karakteristik

Banyak yang berkata saya berubah... dari seorang Arnan yang ramai menjadi Arnan yang lebih pendiam.
Mendadak sepi memang kalau dipikir-pikir...
Saya sangat setuju jika ada yang mengatakan sifat atau karakter seseorang dapat berubah tergantung lingkungan dan seiring berjalannya waktu... Karena inilah yang disebut fase pendewasaan diri atau bisa dibilang takdir manusia dalam penjajakan diri untuk mengetahui jati diri sebenarnya.

Jika di pikir-pikir sebenarnya setiap manusia mempunyai kepribadian ganda, pribadi ketika bersosialisasi dengan orang lain dan pribadi ketika sedang sendiri menyendiri.
Mungkin yang terjadi pada diri saya ini adalah pribadi yang terjadi ketika pribadi saya saat menyendiri lebih mendominasi keseluruhan sifat saya sehingga membuat kepribadian saya yang dahulunya ramai menjadi lebih pendiam.
Meskipun jika memang benar begitu biarlahhh... karakter seseorang memang sudah mutlak begitu adanya, mereka terbentuk dengan sendirinya, terbentuk ketika seseorang berpetualang dengan dunianya saat usia dini hingga meranjak ke usia sangat tua atau bisa di bilang usia matang, jika pada di usia itu dia masih belum mendapatkan kepastian how you are? maka sangatlah sulit bagi dirinya untuk merasuk ke kehidupan khalayak luar. Karena bisa di bilang mengenal diri sendiri adalah senjata paling ampuh untuk menjadi seorang yang sukses.

Sifat dan karakteristik merupakan EQ yang lebih tinggi derajatnya dibandingkan IQ. karena dengan IQ yang bagus tanpa disertai EQ yang bagus pula tidak lah berguna kepintaran seseorang itu .

Read more »

Wednesday, January 18, 2012

Rancu


Jenuh, bimbang, galau, atau bisa di bilang melankolis itu yang kurasakan setiap diriku terhempas oleh kesendirian ruang dan waktu.

Banyak pertanyaan yang tiba - tiba muncul... siapa saya??? Apa yang sedang saya inginkan??? Sudah bisa kah mandiri saya??? Sudah punya skill yang cukup kah saya??? Mau jadi apa saya kedepannya???
Dan seketika pertanyaan tujuan hidup pun muncullll...

Tujuan hidup? Seperti apakah tujuan hidup di dunia itu? Apakah hanya sebatas membuat orang tua kita bahagia dan kemudian berkeluarga dengan mempunyai materi yang berkecukupan???

Setelah membaca dan mendalami tulisan beberapa orang, hati saya bergetar, seakan ingin berlari dengan cepatnya untuk mengetahui tujuan hidup sayaaaa, salahkah cara hidup saya yang memang tidak punya tujuan hidup yang jelas, hanya mengikuti arus waktu yang terus bergulir dengan konstan tanpa mempunyai target yang ingin didapat???

sudah saya coba membuat plan untuk hidup saya kedepan, tapi tetap tidak terbayang sama sekali, entah takut atau benar2 tidak terbayang rincian perjalanan hidup saya kedepannya, Akan menjadi apa diri saya 20 tahun kedepan...???

Percaya diri akan kemampuan diri sendiri benar2 menghilang, meratap nilai kuliah yang tak pernah membaik, benarkah patokan kesuksesan duniawi tidak dipatok melalui gelar sarjana dengan nilai yang menjulang tinggi??? usaha sudah dilontarkan, meskipun belum maksimal, tapi apalah daya, daya tangkap nalar tentang materi tidak begitu bisa di andalkan

Dan untuk kesekian kalinya kembali saya hanya bisa mengetahui jawabannya setelah mengikuti arus waktu beberapa tahun kedepan...
untuk saat ini memang benar seperti yang dikatakan suara angin di luar sana, jalani aja, lambat laun pasti beribu ribu pertanyaan yang terngiang itu pasti akan terjawab... dan saya memang harus mempercayai ituuu

Read more »

Monday, December 12, 2011

Menapaki Punggungan Malabar – Puntang


Pukul 06.00 WIB aku terbangun, hari itu hari Kamis, 3 November 2011 aku akan melakukan perjalanan Pendidikan Lanjut Gunung Hutan (GH) dan Search and Rescue (SAR) yang merupakan sederetan rangkaian atau bisa di bilang kewajiban Anggota Muda Astacala untuk dapat menjadi Anggota penuh Astacala. Sesuai dari namanya yaitu Gunung Hutan (GH) dan Search and Rescue (SAR) kami di haruskan melakukan perjalanan ke salah satu gunung  yang di seluruh perjalanan itu kami mengatur seluruh rancangan operasionalnya, disini kami di tuntut untuk benar – benar bisa menguasai teknik navigasi darat serta teknik bertahan hidup di hutan.

Kresna, Berti dan Tumingkel adalah pendamping perjalanan Diklan GH & SAR Kelompok ku saat itu. Bersama Ebol, Aris dan Hadi kami ber-7 segera berangkat ke Gunung Malabar, gunung yang terletak di bagian selatan Kabupaten Bandung dengan titik tertinggi 2.343mdpl adalah tempat yang kami pilih untuk Diklan GH & SAR.

Rencana Operasional kami untuk tiba kembali ke sekretariat yaitu empat hari dari hari keberangkatan, dimana setiap harinya kami mendirikan camp berbeda jenis. Di hari pertama kami haruslah membuat camp perorang, di hari kedua kami haruslah membuat camp berkelompok, dan di hari ketiga kami haruslah membuat bivak alam kelompok. Jika dalam 4 hari itu kami tidak bisa melakukannya maka hari pun harus di tambah hingga kami dapat mendirikan keseluruhan point – point tersebut.

Pukul 08.15 WIB Perjalanan kami menuju kaki gunung Malabar dimulai dengan mencarter angkot dari Palasari, setelah bernegoisasi dengan supirnya akhirnya kami memperoleh kesepakatan harga.

Kami tiba di Desa Cinanggela, kaki gunung Malabar pukul 10.40 WIB. Setelah berishoma sejenak, kami segera berjalan menuju titik start, perjalanan menuju titik start tidak terlalu jauh, sekitar pukul 13.00 WIB kami sudah tiba di titik start.
Perjalanan dari titik start
Kondisi di titik start merupakan area persawahan dan terlihat  beberapa rumah warga. Beberapa punggungan juga terlihat dari kejauhan. Langsung saja kami berorientasi medan untuk lebih meyakinkan kami jalur punggungan mana yang akan kami lalui sesuai dengan jalur yang telah kami plotkan.

Medan yang kami lewati untuk mencapai titik camp pertama sangatlah membosankan, hanya ada sawah dan perkebunan yang dapat kami nikmati. Sekitar 3 jam kami melewati sawah dan perkebunan warga akhirnya kami tiba di titik camp pertama.

Kondisi di titik camp pertama masih di sekitar daerah perkebunan warga, cuaca saat itu sedang hujan rintik – rintik dan berkabut tebal.
Camp  I  (camp per orang)
Sesuai dengan rencana awal, di titik camp pertama ini kami membuat camp perorang. Camp telah selesai,  kami pun langsung membuat api. Hingga malam datang pun hujan masih terus mengguyur camp kami. Setelah makan akhirnya kami berkumpul mengelilingi api untuk menghangatkan diri sembari brifing perjalanan untuk esok hari.

Perjalanan hari kedua dimulai sekitar pukul 10.00, hujan masih terus mengguyur tubuh kami, medan yang dilewati pun masih berupa perkebunan milik warga. Kami baru memasuki hutan pegunungan malabar setelah berjalan sekitar 2 jam. Saat tiba di Hutan Malabar jalur yang kami lewati mulai menghilang, tanaman berduri dan tanaman liar seringkali menutup jalan yang kami lewati, sehingga kami pun harus menebas tanaman liarnya. Jika dilihat dari kondisi medannya sepertinya jalur yang kami lewati memang sudah lama tidak digunakan lagi.

Setelah beberapa jam berjalan akhirnya kami tiba di plotan titik camp kedua. Saat tiba di sini ternyata hari masih siang akhirnya kami berunding sejenak dan mendapatkan mufakat untuk melanjutkan perjalanan. Karena dari awal kami memang sudah menetapkan target waktu dalam perjalanan ini. Sembari melihat peta akhirnya kami menetapkan untuk mendirikan camp di puncak Malabar. Sehingga titik plotan camp ke-2 ini pun hanya kami jadikan tempat ishoma sejenak.

Perjalanan kami lanjutkan kembali, kondisi Jalur yang kami lewati tetaplah sama seperti sebelumnya, terus menebas tanaman liar yang menghalangi jalan. Medan track yang kami lewati pun perlahan mulai mengganas, tanjakan – tanjakan curam ditambah dengan kondisi medan yang licin karena hujan serta pegerakan tambahan menebas tanaman sangat menguras energi kami.
Camp II (camp kelompok)
Sekitar pukul 16.30 kami tiba di puncak malabar. sesuai dugaan kami ternyata dataran di puncak malabar cukuplah luas cocok untuk tempat mendirikan camp. Keadan floranya pun masih terbilang rapat, sehingga cukup membantu kami untuk menahan angin yang masuk ke dalam camp kami.

Sesuai rencana di hari kedua ini kami mendirikan camp kelompok dan api kelompok. Sama seperti hari sebelumnya waktu kami gunakan untuk saling menghangatkan diri dan saling becanda ria.

Di hari ketiga kami telat bangun, dari ROP yang telah dibuat seharusnya kami siap memulai perjalanan pukul 09.00, namun nyatanya kami baru memulai perjalanan pukul 10.00. Melihat jalur yang akan kami tempuh hari ini sangat panjang, yaitu melanjukan perjalanan turun melalui gunung Puntang, maka kami memutuskan untuk mempercepat perjalanan di hari ketiga ini.

Kondisi Medan di hari ke-3 ini lebih berbahaya dari medan sebelumnya, ditambah kondisi cuaca saat itu sedang hujan dan punggungan yang kami turuni sangatlah terjal, sering kali juga kami melipiri punggungan yang sangat tipis, karena mau tidak mau untuk menuju gunung Puntang hanya ada satu jalan, yaitu jalan yang kami plotkan ini.

Waktu sudah menunjukan pukul 13.30, disini kami sempat berunding apakah akan mendirikan camp di titik ini atau melanjutkan perjalanan, karena saat kami melihat peta, titik yang bisa kami gunakan untuk mendirikan camp cukup lah jauh, ditambah jalur punggungan yang kami pilih memang cukup rapat dan tipis. Setelah berunding beberapa lama akhirnya kami memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan hingga kami tiba di gunung puntang.
Dokumentasi sesaat sebelum menapaki punggungan Malabar - Puntang
Merangkaki Punggungan Malabar - Puntang
Perjalanan pun kami lanjutkan, benar saja ternyata keadaan di medan sebenarnya lebih buruk dari yang tergambar di peta. Awalnya jalur terlihat normal, namun setelah beberapa menit berjalan, perjalanan menjadi sangat mencekam. Lebar jalur punggungan yang kami lewati hanyalah selebar dua jengkal, bahkan ada yang hanya satu jengkal tangan, pegangan tangan pun tidak ada, yang bisa di lihat di kanan dan kiri kami hanyalah jurang yang sudutnya hampir menyiku 90 derajat. Tidak ada pengaman yang kami gunakan untuk melewati punggunan ini, untuk melewati punggungan ini kami semua haruslah merangkak dan merangkak. Kondisi jalan yang menanjak juga hujan deras membuat kami lebih berhati hati dalam merangkak, angin kencang dan suhu dingin juga rasa lapar sangat amat kami rasakan saat itu, sekujur tubuh kami merinding, pikiran pun sudah berfikir kesana kemari, raut muka seluruh orang saat itu pucat pasih. Kami semua tidak ada pilihan untuk kembali ke belakang, karena jalur yang kami lewati sebelumnya juga sama – sama berbahaya. Bisa dibilang kami semua sangat bodoh untuk melewati punggungan ini. Melewati Jalur  yang benar – benar sangat tidak safety untuk dilewati, tapi apalah daya, semua sudah terjadi, yang bisa kami lakukan hanyalah berdoa dan berjalan dengan tetap menatap ke depan.
Puncak Puntang
Alhasil setelah kira – kira 3 jam merangkak kami semua berhasil melewati Punggungan menyeramkan itu, dan tiba di puncak gunung Puntang.

Kami memutuskan untuk mendirikan camp di titik ini, karena hari sudah sore dan titik camp yang kami plotkan masih cukup jauh. Terpaksa kami pun mendirikan camp flysheet.

Hujan masih terus mengguyur badan kami. Beruntung kayu bakar masih mudah untuk dicari sehingga api masih muda untuk dibuat. Sembari menghangatkan diri di malam hari kami melakukan eval dan brifing untuk perjalanan turun esok hari. Setelah membandingkan medan sebenarnya dan medan di peta akhirnya kami semua pun sepakat bahwa peta yang kami gunakan memang sudah terlalu banyak distorsinya dari medan yang sebenarnya, yang dikarenakan peta yang kami gunakan memang sudah cukup tua.

Pagi hari pun datang, dari Rencana Operasional (ROP) yang seharusnya kemarin di hari ketiga kami mendirikan bivak alam, tapi apalah daya, karena kondisi medan yang benar – benar di luar dugaan, akhirnya dari hasil brifing semalam kami telah bertanya kepada pendamping agar kami diperbolehkan tidak menambah hari, akhirnya kami pun diperbolehkan tidak menambah hari asalkan kami tetap membuat bivak alam, meskipun tidak digunakan untuk bermalam.

Perjalanan turun dimulai pukul 09.00. cukup cepat perjalanan hari ini, hujan lebat tidak menghambat perjalanan kami, sering kali kami terpleset dan terjatuh karena licinnya jalur, namun itu hanya kami anggap hiburan selingan belaka.
Bivak alam
Sebelum tiba di bumi perkemahan kami memutuskan untuk mendirikan bivak alam di dekat aliran sungai. Langsung saja kami membuat bivak alam, sekitar satu jam akhirnya kami selesai membuat bivak tersebut. Materi GH pun akhirnya dapat kami selesaikan.
Materi SAR
Materi kemudian di lanjutkan dengan materi Search and Rescue (SAR). Disini kami diberi teori – teori Search and Rescue (SAR ). Sedangkan SAR yang kami praktekan hanya sebagai pengenalan. Metode yang kami gunakan untuk mencari korban adalah metode pasiv, yaitu dengan cara memberi tanda untuk korban agar korban dapat menuju basecamp SAR, dimana di tanda tersebut di beri sudut azimut sehingga si korban akan mencari tanda berikutnya lagi hingga tiba di basecamp SAR. Metode ini hanya bisa digunakan jika si korban menguasai teknik navigasi darat.

Read more »

Friday, November 25, 2011

Menikmati Danau Tertinggi di Asia Tenggara

Tulisan ini merupakan lanjutan cerita perjalanan ku sebelumnya bersama Boleng dan Memet http://arnan-tri.blogspot.com/2011/10/goes-to-kerinci-3805mdpl.html.
Usai mendaki Gunung Kerinci, Gunung berapi tertinggi di Indonesia, aku melanjutkan perjalanan ke Danau Gunung Tujuh yang merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara. Danau air tawar tertinggi di Asia Tenggara ini berada di Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi dengan ketinggian 1.950 meter diatas permukaan laut (mdpl).

Perjalanan dari Tugu Macan menuju Desa Pelompek hanya berjarak sekitar 3 km yang bisa ditempuh menggunakan angkutan berwarna biru.

Setibanya di Desa Pelompek kami menyempati bersinggah di rumah Pak Kadus Baru Ulu Jernih (RT setempat) untuk beristirahat sejenak karena memang perjalanan ke Gunung Kerinci kemarin cukup melelahkan.

pemandangan Gunung Kericni dari Desa Pelompek

Pemandangan di Sepanjang Jalan Desa Pelompek

Dari Desa ini kita bisa melihat dengan jelas keindahan Gunung Kerinci, karena memang jarak desa ini cukup dekat dengan Gunung Kerinci. Setiap Gunung Kerinci sedang aktif pastilah penduduk Desa Pelompek akan selalu diungsikan.

Mayoritas matapencaharian masyarakat Desa Pelompek adalah berkebun dan bertani. Makanan sehari - hari mereka yaitu nasi berlauk kentang dan sambel yang sangat nikmat rasanya. Masyarakat disana pun sangat ramah. Pemandangan sekitar pun masih sangat alami, birunya langit, aliran air di sepanjang pinggiran jalan dan juga warna hijau padi merupakan pemandangan yang sangat langka kami temui saat berada di kota.

aliran air di sepanjang pinggiran sawah

Setelah bersinggah dua hari di rumah Pak Kadus kami meneruskan Perjalanan ke Danau Gunung Tujuh. Dari pintu masuk Danau Gunung Tujuh kami dikenakan biaya tiket sebesar Rp3.000,- yang merupakan biaya asuransi jiwa.

Untuk mencapai danau kami harus mendaki selama 3 jam dari pintu masuk Gunung Tujuh.  Awal pendakian akan terlihat pemandangan Gunung Kerinci dan perkebunan sayur. Setelah itu jalur mulai menanjak dan berakar. Setelah sampai di puncak Gunung Tujuh, kami harus menuruni gunung sekitar sepuluh menit dengan menapaki jalur yang sangat curam dan berakar. 

Pemandangan Danau di Senja Hari
Namun, sesampainya di danau, semua keletihan akan langsung terbayar. Pemandangan Danau yang seperti laut ini membuat kami terperangah sesaat. Tidak ada pengunjung selain kami saat kami tiba di Danau, Danau yang luas ini serasa seperti Danau pribadi milik kami.
Meskipun kabut tebal berterbangan di atas danau namun suara gemuruh air terjun dan suara orang utan sudah cukup melengkapi kepuasan kami saat menapaki Danau Gunung Tujuh ini.

Sesuai namanya danau ini dikelilingi oleh tujuh gunung, yaitu Gunung Hulu Tebo (2.525 meter), Gunung Hulu Sangir (2.330 m), Gunung Madura Besi (2.418 m), Gunung Lumut yang ditumbuhi berbagai jenis lumut (2.350 m), Gunung Selasih (2.230 m), Gunung Jar Panggang (2.469 m), dan Gunung Tujuh (2.735 m). Perkiraan kami di beberapa gunung ini terdapat sumber air, yang menyebabkan air di Danau ini tidak pernah habis.

mencari kayu bakar di seberang danau

Setelah mendirikan camp kami berjalan menyusuri danau dan tanpa disengaja kami menemukan sampan milik nelayan, langsung saja kami langsung membawa nya ke depan camp kami. Sampan ini kami gunakan untuk mencari kayu bakar di seberang pulau, karena untuk mencari kayu di dataran ini sangat sulit, bahkan ketika kami kembali ke puncak pun kayu bakar masih sulit untuk di temukan. 

ikan pertama yang kami dapat

memancing pun menjadi pilihan kami saat berada di sana untuk dijadikan menu andalan makanan kami, benar saja baru beberapa saat menaruh umpan kami sudah mendapatkan 4 ekor ikan, meskipun tidak terlalu besar tapi lumayanah untuk dijadikan lauk malam ini.

skipper kami saat menyebrangi danau

Hari kedua pun datang, karena kami penasaran dengan daratan pulau di seberang danau ini, maka kami memutuskan untuk mengarungi danau ini dengan menggunakan sampan yang kami temukan kemarin. Suara gemuruh orang utan dan hujan rintik - rintik menemani perjalanan kami ke seberang danau. 

foto di depan rumah semi permanen milik nelayan setempat

Tak di sangka setelah tiba, ternyata banyak rumah - rumah semi permanen yang sepertinya sering di gunakan para nelayan untuk bersinggah. bahkan ada beberapa rumah yang pintunya masih tergembok. namun ada pula beberapa rumah yang terbuka, karena cuaca saat itu hujan sedang turun dengan lebat, langsung saja kami memasukinya untuk berteduh sesaat.
Setelah 4 jam pengarungan akhirnya kami memutuskan kembali ke camp

Sekitar pukul 14.00 kami beranjak pergi dari Danau Gunung Tujuh ini. 2 jam perjalanan kami pun telah tiba kembali ke Desa Pelompek.

Perjalanan kami untuk kembali ke Bandung menggunakan bus dari Padang selama 3 hari 2 malam


Foto bersama Pak Kadus


Cukuplah puas dengan perjalanan ku yang hampir 1 bulan ini. terima kasih kepada Pak Kadus Ulu Jernih karena telah berbaik hati telah memberi tempat persinggahan kami selama 2 hari.

pemandangan danau di siang hari saat berkabut



Suatu kebanggaan bagi negaraku mempunyai danau air tawar tertinggi di Asia Tenggara. Saatnyalah bagi kita, bangsa Indonesia untuk menjaga dan melestarikannya. 

Read more »

Thursday, October 27, 2011

Pen-deskripsi-an Teman

Berawal dari melihat kotak ajaib yang amat canggih, saya jadi penasaran untuk nyeloteh sana nyeloteh sini.
tema tulisan ini saya ambil dari salah satu tulisan di blog temen saya.
FRIENDSHIP???? alias temen, apa sih gunanya punya temen???
kalau dari saya sendiri temen itu mempunyai banyak sekali manfaatnya

1. Tempat Canda Ria
Canda Ria disini maksudnya saling kata - kataan (ejek mengejek), Mental yang di uji disini, tapi ingat janganlah sampai kelewatan, kita harus bisa lihat situasi, banyak orang yang jika sedang bad mood akan cepat naik darah. Karena pada dasarnya guna ejek mengejek ini hanya untuk mendinginkan dan meramaikan suasana.

2.Tempat Keluh Kesah
siapa yang tidak setuju dengan yang satu ini??? Bener kata temen saya, temen bagaikan tempat sampah, tempat kita mengeluarkan unek unek yang ada di hati kita, tempat kalian curhat dari masalah yang sepele sampe masalah yang yang bisa dibilang masalah tingkat dewa.
Kalau yang satu ini tidak semua teman bisa kita curhati, kenapa??? Karena ini menyangkut rahasia - rahasia kita, memang bener jika ada masalah yang dipendam itu rasanya seperti terbebani, tapi setelah kalian cerita dijamin kalian langsung plong, untung - untung temen kalian mendapatkan solusi masalahnya, jadi masalah itu bisa terselesaikan.

3.Tempat Nyembunyiin Kekosongan Hidup
Buat kalian yang masih JOMBLO, fungsi Temen akan amat sangat berperan, ditambah jika kalian melihat orang pacaran, pastilah pelarian kalian berkumpul ke teman - teman kalian. Ngomong - ngomong masalah temen dan pacar, banyak yang bertanya lebih penting mana antara teman dengan pacar?? kalau dari saya  bisa dilihat dari kondisinya, jangan sampai karena kalian sudah mempunyai pacar kalian jadi nyuekin temen - temen kalian, begitu juga sebaliknya, kalian sekarang sudah punya pacar, tapi pacar kalian malah di anggurin. Kita harus bisa membagi waktu. "Ada istilah mantan Pacar, TAPI tidak ada istilah mantan teman" kalimat itu yang selalu saya pegang dari saat SMP sampe sekarang. Karena memang sudah terbukti, dari sekian banyak mantan - mantan saya, setelah putus udahannya kita langsung kaku - kakuan malah sampai cut comunication.

4.Tempat pembrutalisme
Maksud dari pembrutalisme disini yaitu tempat gila - gilaan. Saat kalian ada masalah, atau saat kalian sedang Galau. pasti juga teman - teman kalian yang sangat berperan, dia yang ngebuat kita dari BT tidak bisa ketawa hingga kita bisa tertawa lagi, ide gila - gilaan ini memang biasanya muncul kalau kita sedang BT, atau saat ada masalah atau pun saat kita sedang galau, Dari mengajak jalan - jalan tidak jelas, ngegodain orang sampai ngajak orang itu berantem sama kita, bahkan sampai mengajak minum, sangat banyak jenis - jenis nya.Tapi dari tidak bener kalau dari semua itu tidak ada manfaatnya, manfaatnya menurut saya sangat besar, di sela - sela saat kalian sedang gila - gilaan otomatis masalah kalian, kegalauan kalian pasti akan hilang, ya meskipun tidak selamanya hilang, saat kalian sedang sendiri pasti perasaan yang tadi hilang akan muncul kembali. Ya tapi setidaknya kalian menjadi tahu bahwa kalian itu tidak sendiri, masih ada orang yang masih care sama kita, sampai kalian mau melakukan apapun pasti selalu ada yang menemani.

5.Tempat Utang Piutang
Ya pasti kalian sudah mengerti maksud dari utang piutang, terutama sebagai mahasiswa yang ngekost, akhir bulan tepatnya selang waktu antara tanggal 20 - 30 adalah tanggal dimana kondisi dompet kita sudah kosong melompong, kecuali kartu atm yang sudah bisa digunakan lagi karena saldonya yang sudah pada batas limitnya.
Setelah tiba awal bulan bersamaan dengan datangnya uang yang dikirim dari orang tua, sesuai janji langsung saja  saya melunasi utang yang saya pinjam beberapa pekan lalu, yahhh namanya anak kost, kiriman tak tentu kapan datang, sehingga disinilah kita dapat menabung amalan - amalan yang hanya bisa di dapat pada awal bulan. APA ITU???? yaitu menolong teman dengan cara meminjamkan uang untuk dia bisa bertahan hidup dimana duit itu digunakannya untuk mengganjal perutnya.

Dari keseluruhan itu ada satu pertanyaan, Sudah taukah anda mengenai karakteristik semua teman - teman kalian??? ada satu cara untuk mengetahuinya ajaklah dia jalan entah ke gunung, ke pantai, atau entah kemana yang menghabiskan waktu beberapa hari dimana kalian akan bersama terus baik pagi siang sore dan malam. Saat kalian terus bersama dijamin kalian akan tahu seperti apa sifat teman kalian sebenarnya :D

Kesimpulannya Teman adalah sesosok makhluk yang amat berguna bagi kita baik saat suka maupun saat duka. Kita pun tidak akan bisa bahagia semasa hidup tanpa adanya teman, karena memang pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial dimana mereka lah yang lebih berperan dibadingkan kita.

Read more »